Selasa, 08 Oktober 2013

gengsi dan harga diri



Di kehidupan yang penuh kegaulan dan modernitas kayak sekarang semakin banyak geng yang merajalela. Setelah beberapa tahun lalu kita sempet heboh sama yang namanya geng Nero, terus beberapa waktu belakangan ini diramein sama geng motor, kali ini anak-anak muda direpotkan sama satu geng yang sungguh bikin ketar-ketir. Geng si. Gengsi.

“GENGSI” adalah “kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat”, Tapi saya seringkali melihat kejadian-kejadian di mana orang-orang lebih mementingkan Gengsinya dibandingkan hal-hal yang jauh lebih penting, tetapi berani mengorbankan Harga Dirinya hanya untuk hal-hal yang sepele. Memang seringnya gengsi ini bertentangan sama apa yang ada di hati. Lebih tepatnya, gengsi selalu jadi penghalang yang bikin harapan-harapan terbentur tembok yang dibuat sendiri. Misalnya, ketika kamu pengin dia tau perasaan kamu, padahal secara logika akal sehat manusia sebagai homo sapien, tinggal bilang aja. Tapi karena satu makhluk bernama gengsi, semuanya jadi rumit. Kamu pengin dia tau perasaan kamu tanpa kamu ngasih tau.gengsi juga bisa membuat apa yang kita inginkan malah jadi terpendam gitu aja di dalem hati karena kita tidak berani atau tidak bisa ngungkapin semuanya.contoh konkritnya biasa terjadi di kalangan para remaja yang sedang jatuh cinta,misalkan terjadi pada seorang cewek yang suka sama cowok,dia pengen banget itu cowok jadi pacarnya,tpi dia ga mau ngungkapin perasaannya terlebih dahulu karna dia gengsi, “masa cewek duluan yang nembak”, karena dia gengsi buat ngungkapinnya maka rasa yang dia punya hanya terpendam dalam hatinya tanpa bisa berbuat apa-apa karena si gengsi tersebut .

Beberapa orang menunggu, dan beberapa orang lainnya tak tahu sedang ditunggu.
Lantas, salahkah dia jika terus berjalan ke depan? Semakin menjauh.
Orang yang jatuh cinta namun hanya menunggu itu lebih sia-sia dari menggarami air laut. Jangan pernah salahkan orang yang ditunggu jika mengungkapkan perasaan saja tidak mampu.
Kebesaran cinta tidak bisa diukur dengan seberapa lama menunggu, tetapi seberapa berani mengungkapkannya dengan tulus dan cara yang indah.
Cinta yang utuh tidak layak menunggu terlalu lama, karena seiring berjalannya waktu, hati itu akan habis dimakan sendiri.
Mencinta diam-diam adalah hal paling egois di dunia. Tak ada yang lebih egois dari seseorang yang memenjarakan hatinya sendiri. Begitu besar egonya menahan rasa cinta yang ingin menyeruak ke luar, terbang bebas ke hati yang ingin disinggahinya.

Nah,kata-kata di atas tadi merupakan kutipan yang diambil dari blog seorang penulis yang bernama dara prayoga atu sering di sebut @landakgaul. Dari kata-kata tersebut sudah bisa kita pahami ,jika kita saling mencintai kenpa tidak saling memudahkan,jangan persulit satu sama lain,buang semua rasa gengsi yang menjadi hambatan kita .

Masalah Gengsi dan Harga Diri ini bisa kita atasi dengan :
1.Menerapkan aspek-aspek positif dalam kehidupan kita.
2.Menjalankan hidup kita dengan wajar tanpa memaksakan sesuatu yang masih kita belum bisa capai.
3.Bisa mengoptimalkan kemampuan yang ada di dalam diri kita tanpa pantang menyerah
.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar